counter customizable free hit
Home » Cerita Bokep » Cerita Dewasa Dipaksa Ngeseks Untuk Bayar Spp Sekolah | Cerita Sex 09 Januari 2019

Cerita Dewasa Dipaksa Ngeseks Untuk Bayar Spp Sekolah | Cerita Sex 09 Januari 2019

Payudara Terbesar

Situs payudaraterbesar.net ini selalu memberikan hal hal mengenai seks yang sangat menarik dan menggairahkan bagi para pecinta bokep hal yang akan diberikan situs ini yaitu video seks dan cerita seks yang sangat hot dan terpanas serta video yang akan diberikan situs ini terdiri dari video seks barat, video seks jepang dan lain sebagainya dan juga cerita seks yang akan kami berikan ini merupakan cerita seks indonesia yang sangat menari bagi para pecinta bokep maka dari itu bagi para pecint bokep yang tidak ingin ketinggalan dengan video seks dan cerita seks yang terbaru kunjungilah selalu situs payudaraterbesar.net kami ini

Selamat pagi pak sorak murid-murid.kemudian pak aji memanggil elsa
“elsa”
“ya pak”jawab elsa singkat
“kamu disuruh menghadap pak kepala sekolah diruangannya”kata pak aji

Elsa sudah menduga bahwa dia bakal dipanggil karena dia sudah menunggak membayar spp selama 2bulan.elsa langsung beranjak dari kursinya dengan wajah lesu.teman-teman yang lain cuma bisa melihat elsa.langkah kaki elsa sangat lemah sambil otaknya berpikir mencari alasan yang pas ketika dapat pertanyaan nanti dari kepsek.dan tak lama kemudian sampai didepan ruangan kepala sekolah.
tok… tok… tok… terdengar suara ketukan pintu.
“ya,silakan masuk”jawaban dari dalam ruangan.
“pagi pak.”sapa elsa ketika memasuki ruangan.

tatapan mata kepsek membuat wajah elsa yang cantik tertunduk ketika menghadap ke kepala sekolah.
“langsung aja ya elsa,bapak mau kasih tau kalau spp kamu sudah menunggak selama 2 bulan”
“iya pak maaf,saya tahu pak kalau saya belum bisa membayar spp dikarenakan orang tua saya belum ada uang pak”kata elsa memelas
“tapi gimana lagi memang ini sudah jadi peraturan kami,bagi siswa yang belum membayar spp selama 2 bulan dan dalam waktu satu minggu belum juga membayar akan dikeluarkan dari sekolah”
“mohon harap maklum pak”rengek elsa
“iya saya tahu kalau kamu itu salah satu siswi berprestasi jadi sayang kalu kamu sampai putus sekolah,ya udah gini aja,apakah kamu sudah punya pacar?”tanya pak kepsek

mendengarkan perkataan itu elsa jadi bingung,karena memang apa yang ditanyakan pak kepsek tidak sesuai dengan permasalahan yang sedang di alami elsa
“maaf pak emang kenapa pak kalau belum punya pacar? dan terus apa hubungannya pak belum punya pacar sama spp?”tanya elsa penasaran
“kamu bingung ya? gini maksud bapak,kalau memang belum punya pacar,bapak punya solusi untuk masalah kamu.kamu saya bebaskan uang spp asal kamu mau melayani sexku setiap aku pengen melakukan hubungan sex.gimana apa kamu bersedia? atau kamu akan menolaknya dan aku akan mengeluarkan kamu dari sekolah?”kata pak kepsek.
“Maaf pak saya gak bisa menuruti permintaan bapak yang aneh ini” jawab tegas Elsa.
“Ya sudah kalau gitu kamu akan saya keluarkan dari sekolah hari ini juga” kata pak Kepsek lagi.
“Tapi pak, bapak gak bisa seenaknya gitu donk pak” ronta Elsa.
“Ya semua tergantung padamu, bapak hanya ingin bersenang-senang denganmu saja kok”

Dalam hati dan pikiran Elsa berkecamuk menjadi satu. Dia menundukkan kepalanya. Pak Kepsek terus saja merayunya,
Bapak juga akan memberimu uang jajan setiap harinya, jadi kamu juga masih bisa bersenangsenang dengan temanmu yang lainnya
Elsa masih menundukkan kepalanya sambil menggelenggelengkan kepalanya. Pak Kepsek mendekati Elsa dan kemudian menganggkat dagu Elsa dan mencium lembut bibir Elsa
“Hentikan pak, aku mohon jangan lakukan ini” ronta Elsa.
Diapun langsung berdiri dan berlari mendekati pintu tapi dengan sigap pak Kepsek menutupi pintu ruangan dengan ntubuhnya. Pintupun lantas dikunci.

“Tolong pak lepaskan saya” teriak Elsa. Dan dengan refleks pak Kepsek menampar pipir Elsa sampai memerah pipinya. Elsa menangis, kemudian pak Kepsek mendorong tubuh Elsa hingga terhempas di sofayang ada di dalam ruangan.

“Jangan berani-berani kamu teriak lagi atau kamu akan aku siksa” kata pak Kepsek mengancam Elsa.
“Aku mohon pak lepaskan saya” pinta Elsa sambil menangis.
Plaaaakk kembali pak Kepsek menampar pipi Elsa
“Hentikan pak sakiit”
Makanya kamu nurut saja sama aku jangan banyak omong” sentak pak Kepsek.

Kemudian pak Kepsek mulai menelanjangi Elsa, dia melepas semua kain yang menempel pada tubuh Elsa. Terlihatlah toket yang gak begitu besar dengan pentil berwarna coklat . Pak Kepsek kemudian meremas toket Elsa dengan penuh nafsu. Dia memainakan putting Elsa. Dipilin-pilinya dan sesekali dijilatnya. Kembali terdengar suara Elsa meronta,
“Cukup pak hentikan ku mohon” pintanya masih dengan isak tangis.
“Sudah aku bilang kamu diam saja, mau aku tampar lagi?” jawab ketus pak Kepsek.
Dijilatinya dan dihisap kuat kedua putting Elsa secara bergantian.
“Aduuuh pak sakiiit paaakkk hentikan pak”
“Aduh Elsa jerit kesakitanmu membuatku semakin bernafsu”

Terus saja pak Kepsek memainkan toket dan putting Elsa yang masih ranum yang belum pernah tersentuh oleh pria sama sekali. Elsa menahan sakit dan meronta-ronta tapi pak Kepsek terus saja melampiaskan nafsunya. Elsa yang gak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah saja dengan apa yang di perbuat oleh pak Kepsek. Kini tangan pak Kepsek beralih ke paha Elsa. Tangannya mengelus-elus pahanya dari bawah sampai keselakangannya. Mata pak kepsek tertuju pada gundukan memek Elsa.
“Elsa memekmu yang imut membuat bapak semakin bernafsu sayang”

Kemudian mulut pak Kepsek beralih ke bagian selakangan, dia menciumi memeknya yang masih bau khas perawan. Kaki Elsa dibukanya lebar-lebar sambil diendus-endus dengan menggesek-gesekan hidungnya dipermukaan memek membuat Elsa geli, Dijilatinya bulu tipis yang tubuh disekitar permukaan memek. Dengan cermat tangan pak Kepsek menyentuh dinding memeknya dan membukanya sambil mencari letak itilnya dan setelah ketemu dimainkannya itil milik Elsa dengan menggunakan jari tengahnya , sampai terlihat basah kemudian lidah pak Kepsek menyentuh memeknya dan menjilatinya
“Auugghhjangan paaakkk” ronta Elsa dengan terus matanya mengeluarkan air mata.

Tangan Elsa meronta-ronta, tapi pak Kepsek segera memegang erat tangan itu sambil lidahnya semakin dalam semakin memainkan lubang memeknya, lidahnya menyentuh itilnya dan dijilatinya cairan yang khas yang keluar dari lubang memek Elsa. Elsa terus mengerang dan merontah diselingi desahan-desahan. Terlihat sekali makin lama Elsa bisa menikmati setiap sentuhan dan permainan dari pak Kepsek birahinya mulai muncul , dia merasakan nikmat untuk yang pertama kalinya, memek perawannya sudah basah karena lendir dia dan ludah dari pak Kepsek.

Semakin liar jilatan kepsek mengusik sampai dalam lubang memekmya,
“Sudah pak hentikan pak.” rengek Elsa. Mendengar itu pak Kepsek lalu menghentikan gerakkannya dan memandang wajah Elsa sambil berkata,
“Yang bener minta berhenti? Kulihat kamu sudah mulai menikmati permainanku” goda pak kepsek. Tapi pak Kepsek kembali lagi dengan menjilati itil Elsa.
“Ssttthhhaaahhh” terdengar suara desahan yang keluar dari mulut Elsa.

Lidah pak kepsek menjilati dan menghisap lender yang keluar dari lubang memeknya.
“Gimana Elsa enakkan?” tanya pak kepsek.
Elsa tak menjawab pertanyaan pak Kepsek, dan pak Kepsek pun mengulangi pertanyaannya,

“Gimana Elsa enak gak? Kalau ditanya ya dijawab donk” Dan dengan mata terpejam Elsa menggangguk dan menjawab secara singkat,
“Iya pak enak banget” jawabnya sambil menutupi wajahnya dengan kain jilbabnya.
Kemudian diarahkannya lagi lidah pak Kepsek ke lubang memeknya

“Aaaaahhh.nikmat paaakkk” desah Elsa yang sudah mulai terlena akan kenikmatan. Pak Kepsek memang ahli dalam mempermainkan birahi. Itil Elsa digigit pelan membuat Elsa sedikit kesakitan tapi disamping itu juga dia merasakan kenikmatan yang luar biasa sehingga lubang memeknya mengeluarkan lendir yang semakin banyak.

Tubuh Elsa menggeliat seperti cacing kepanasan. Menggeliat tak menentu karena dimainkan memeknya dan itilnya. Baru pertama kalinya Elsa merasakan kenikmatan dan tanpa disadari Elsa hampir meraih klimaksnya. Badannya mengejang dan mengangkat . Mengetahui akan hal itu pak Kepsek semakin liar menjilati itil Elsa. Dan tiba saatnya tubuh Elsa kejang itu tandanya dia sudah merasakan orgasme ,

“Ooooohhhaaahhhh.” erangan Elsa sambil sambil mengigit bibir bawahnya dan tanganya tanpa sadar menjambak rambut pak Kepsek. Pak kepsek pun membiarkannya.

Tak lama kemudian pak Kepsek yang sudah sangat bernafsu segera melepas celana panjang dan CDnya. Batang kontolnya yang sudah menegang lalu diarahkan ke wajah Elsa.
“Ayo Elsa jilat kontol bapak”
“Gak ah pak jijik” jawab Elsa.

Kemudian pak Kepsek menuntun tangan Elsa untuk memegangi kontolnya. Elsapun lanats meremas dan mengelus batang kontol pak Kepsek.

“Aaaahhhterus sayaaang” erang pak Kepsek. Elusan Elsa semakin lama berganti jadi kocokan naik turun. Pak Kepsek terus-terusan mendesah dan mengerang. Dia meminta Elsa untuk menjilati kontolnya, awalnya Elsa menolaknya, karena bujukan dari pak Kepsek akhirnya Elsa menjulurkan lidahnya, mencoba untuk menjilati kepala kontolnya. Dirasa kurang puas dengan jilatan Elsa kemudian pak Kepsek menarik kontolnya dari mulut Elsa lalu diarahkan ke lubang memek Elsa. Ditempelkan kepala kontol ke dinding memek sambil ditekan perlahan. Sampai pada akhirnya kontol yang besar itu masuk ke dalam lubang memeknya.

Baru kepala kontol masuk hampir setengah, Elsa menjerit kesakitan,
“Aduuuh paaakkk.sakiiittt”
Mendengar itu pak Kepsek tak menghentikan usahanya untuk menjebol dinding perawan milik Elsa, Dia malah semakin berusah untuk terus menekan btang kontolnya gar masuk seluruhnya ke dalam memek Elsa. Sampai pada akhirnya Bleeessss. dengan paksa pak Kepsek menghentakan kontolnya hingga kontolnya masuk semua dan mengakibatkan dinding selaputnya robek dan mengeluarkan darah

“Sssstthhh.aaahhh”. Elsa mengeluh panjang sambil menggigit bibirnya, pak Kepsek masih melanjutkan aksinya tanpa henti dia memaju mundurkan kontolnya dengan d iringi oleh desahan-desahan yang keluar dari mulut Elsa maupun mulut pak Kepsek.
“Memekmu sangat enak sekali” kata pak Kepsek sambil terus menggenjot memek Elsa. Baik Elsa maupun pak Kepsek sudah saling menikmati adegan ngentot antara murid dan Kepala Sekolah.

Wajah Elsa meringis antara sakit dan nikmat yang dia rasakan, tangannya mencengkeram tepian sofa, dan mulutnya mengeluarkan desahan dan rintihan sambil kepalanya menggelenggeleng menahan perih yang dirasakan.

Erangan-erangan yang keluar dari multu Elsa membuat pak Kepsek semakin bernafsu. Genjotan pak Kepsek semakin cepat pertanda kalau pak Kepsek hampir mencapai klimaks.
“Elsaa bapak hampir sampai sayaaang.”
“Aku juga rasanya seperti mau pipis paaakkk”
“Ayo sayang kita pipis bareeeng”

Tak lama kemudian Crooottcrooootcrooott seluruh sperma pak Kepsek muncrat ke dalam memek Elsa. Setelah dirasa sudah habis semburan spermanya pak Kepsek perlahan mencabut kontolnya dari dalam lubang memek Elsa.

Terlihat sperma yang kental keluar dari lubang memek, bercampur dengan darah perawan berwarna merah, diambilkan tisue untuk mengusap sperma bercampur darah yang keluar dari dalam memek. Sambil mengelap mata Elsa kembali menitihkan air,
“Udah gak usah nangis lagi, bersihkan saja sisa sperma dan darahmu itu”kata pak Kepsek ketus.

Setelah dirasa bersih, Elsa memakai seragamnya lagi juga merapikan jilbabnya, dia langsung berjalan ke pintu tanpa menatap wajah pak Kepsek. Sebelum sampai membuka pintu pak Kepsek memberikan unag 100ribu kepada Elsa.

“Nih buat jajan kamu dan kamu jangan bersedih lagi karena mulai sekarang SPP kamu aku yang bayarin, kamu gak perlu kuatir lagi bakal dikeluarin dari sekolah gara-gara telat membayar SPP” tegas pak Kepsek.
“Iya pak terima kasih” jawab singkat Elsa dengan mengelap airmata yang terus saja menetes dari matanya.
“Iya sama-sama besok kalau aku panggil lagi kamu langsung datang kemari ya..” jawab pak Kepsek.
Kemudian pak Kepsek membukakan pintu dan Elsa berjalan dengan menundukan kepalanya menuju ke ruang kelasnya.

Kami berharap dengan adanya situs payudaraterbesar.net kami ini akan membuat para pecinta bokep lebih bergairah dan lebih birahi dalam urusan ranjang dengan sang istri

Ayo share...
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on PinterestEmail this to someone
Penulis: admin
Tags
Menu Title